Kepada hujan
yang tak senang memihak
Yang datang
deras membasahi semua
Sebagai
bentuk turunnya pesan dari sang langit
Mengapa
kau berdiam di kala awan sudah menghitam
Apa sebenarnya
yang tengah kau tunggu
Berdiri
tegak dengan wajah penuh penantian
Mengapa
kau tak mengangkat kedua kakimu
Yang bergetar
karena dinginnya hari itu
Kapan kau
merasa puas menjadi batu
Menjadi
pembisu yang hanya pintar berdiam
Kapan kau
merasa puas menjadi angin
Menjadi
pelantun yang hanya pintar bergerak
Mencoba
mendengar suara hati yang parau
Yang penuh
dengan tangis dan rindu
Menjadi
satu dalam sebuah tanda
Tentang
keikhlasan yang lebih indah dari rembulan
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact